Dilantunkan Sederet Artis, Lagu ‘Kebyar Kebyar’ Bikin Gempar Hajatan Rakyat Banyuwangi

Banyuwangi – Sejumlah artis pentas sukses menggemparkan RTH Lapangan Maron, Genteng, Banjuwangi, Jawa Timur lewat nyanyian lagu Kebyar Kebyar pada Kamis (02/08/2024) untuk memeriahkan festival nasional.

Melihat Nela Karishma, Nova Bahmid dan Nabila Takiyah juga hadir, ia pun bersemangat untuk bernyanyi bersama mereka. Para seniman tampak kompak mengenakan pakaian berbahan kain batik khas Indonesia dan dilengkapi berbagai aksesoris.

Dalam lagu tersebut, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranovo membelah massa dan hendak menyapa langsung para pendukungnya yang hadir dan setia menunggunya sejak sore.

Meski diguyur hujan, namun semangat seluruh pendukung Ganzer-Mahfoud tidak surut. Mereka terus bernyanyi dan menyanyikan salah satu lagu wajib nasional Indonesia, karya Gomblo.

Saat Ganjar tiba tepat di tengah ribuan massa, para pendukung sangat heboh dan ramai-ramai bersalaman dengan calon presiden. Tak jarang, suporter meminta Ganjar berfoto selfie bersama meski di tengah kerumunan massa.

Prabowo Sebut Pabrik Ponsel Terhambat Kehendak Politik

Jakarta –

Impor ponsel masih banyak padahal investasi di industri ponsel hanya 500 miliar dolar. Calon presiden, Prabowo Subianto, mengatakan tidak ada kemauan politik yang cukup untuk membangun perusahaan telepon seluler.

Saat debat calon presiden ke-5 tahun 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (2/4/2024), moderator bidang teknologi menanyakan informasi kepada calon presiden Anie Baswedan. Yang patut dipertanyakan adalah impor ponsel senilai Rp 30 triliun pada tahun 2023, namun investasi perusahaan ponsel tersebut hanya setengah triliun rupiah.

Atas pertanyaan tersebut, calon presiden Prabowo menjawab Anies. Ia mengatakan, pembangunan pabrik ponsel terhambat karena kurangnya kemauan politik.

“Kalau hanya setengah juta, diperlukan kemauan politik. Segera bangun perusahaan,” kata Prabowo.

Hal lain menurut Prabowo adalah penyiapan sumber daya manusia yang terlatih di bidang sains, teknologi, teknik, matematika. Sumber daya manusia inilah yang diperlukan Indonesia untuk bersaing di industri teknologi.

Masalah teknologi selalu berkaitan dengan sumber daya manusia. Hanya dengan cara ini kita bisa bersaing. Bagaimana kalau kita tidak punya tim, kata Prabowo.

Ia kembali menegaskan visi dan misinya menyekolahkan anak Indonesia ke luar negeri dengan beasiswa belajar teknologi. Prabowo menutup pemaparannya dengan menekankan perlunya kemauan politik untuk membangun perusahaan telepon seluler di Indonesia.

“Kemauan politik itu penting, maka bangunlah perusahaan,” pungkas Prabowo. (berkas/berkas)